Selasa, 14 Agustus 2012

Menyongsong Sekolah Kejuruan masa depan......




 
Dalam rangka perluasan akses masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementrian Pendidikan Nasional, melalui Direktorat Pembinaan SMK melaksanakan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB-SMK). Hal ini dimaksudkan selain memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh peluang menempuh pendidikan SMK di lokasi yang lebih dekat dan terjangkau secara geografis, juga untuk memenuhi peningkatan kebutuhan daerah otonom sebagai dampak pemekaran.

Agar pelaksanaan pembangunan USB-SMK dapat berlangsung sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan dan arsitektural, maka perlu disusun suatu pedoman yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan tim pendiri maupun tim perencana dan pengawas pembangunan USB-SMK, sehingga pemenuhan sasaran ketercapaian tujuan yang terkait dengan standar mutu bangunan dapat tercapai.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional mengundang Kami SMKN 6 Bandung (melalui perwakilannya) dalam kegiatan  Workshop Penyusunan Standar Prasarana Tahun 2012,  pada tanggal 9 Agustus 2012 sampai dengan 11 Agustus 2012.




Ketersediaannya Pedoman Perancangan USB-SMK yang telah sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan dan arsitektural, akan dijadikan pedoman Pembangunan USB-SMK bagi Pemerintah Daerah setempat, Dinas Pendidikan, Tim Pendiri dan Tim Perencana dan Pengawas. Juga akan menjadikan sebagai bahan informasi yang jelas dan mendetail entang perencanaan dan perancangan USB-SMK, sehingga tercapai kesamaan persepsi dalam proses pembangunan dan standar mutu pembangunan. Selain itu juga dapat menjadikan acuan untuk pelaksanaan fisik bangunan di lingkungan SMK, termasuk yang selain USB-SMK.




Penampilan Sekolah Menengah Kejuruan masa depan.

Sekilas tentang ciri dan penampilan Sekolah Menengah Kejuruan masa depan yang tengan Kami rancang adalah bangunan dan lingkungan sekolah yang dapat mengakomodasi dan mencerminkan ciri SMK secara umum maupun ciri proses/mekanisme pendidikan dalam skala lebih kecil. Untuk itu:
  • SMK memiliki ciri umum dengan penampilannya yang terbuka  formal dan berskala manusia. Secara khusus, sekolah kejuruan harus mengekspresikan ciri jenis industri atau kejuruan yang ditanganinya.
  • SMK berperan sebagai agen perkembangan/ perubahan budaya selain sebagai tempat pencetakan tenaga kompeten. Untuk itu, bengkel atau studio atau ruang praktik tempat siswa belajar dan berlatih juga harus menampilkan ciri-ciri suatu industri.
  • Ciri Arsitektur daerah yang ditampilkan, diharapkan dapat memberi aksen pada pembangunan dan lingkungan sekolah dan ditempatkan pada daerah yang bersifat umum, terutama yang bisa terlihat  dari luar lingkungan sekolah. Penampilan ciri tersebut harus tetap mempertimbangkan aspek fungsi sebagai bangunan pendidikan serta pertimbangan tujuan penampilan ciri daerah, besarnya biaya pembangunan dan kemudahan pemeliharaan.



Aspek lainnya berdasarkan Desain bangunan dan fasilitas SMK masa depan, yakni harus mengacu pada teknologi yang digunakan saat ini dan mengakomodasi perkembangan teknologi pada masa depan, yaitu penggunaan media kegiatan belajar mengajar seperti video, film dan multi-media. Juga penggunaan one student one laptop.

Dalam kegiatan Workshop tersebut diatas, selain membahas aspek-aspek perancangan dari hal yang bersifat Arsitektural juga dari sisi Struktural.
Dari segi Arsitektural, banyak hal yang menjadikan bahasan Kami. Yaitu ditinjau dari:
  1. Perancangan SMK (USB-SMK)
  2. Ciri dan Penampilan SMK
  3. Perkembangan Masa Depan
  4. Dasar Arsitektur
  5. Tata Cahaya
  6. Tata Penghawaan (sirkulasi udara)
  7. Tata Akustik
  8. Tata Lingkungan
  9. Tata Pertamanan
  10. Perencanaan Site Development







Demikian sekilas perjalanan menyongsong Sekolah Kejuruan masa depan,dengan melalui penyusunan Standar Prasarana Tahun 2012. Semoga usaha Pemerintah dalam membantu memajukan dunia Pendidikan di negeri ini dapat berjalan dengan susuai harapan kita semua, Rakyat Indonesia yang membutuhkan segera meningkatnya tarap hidup lewat perkembangan pendidikannya. 
Tapi ini semuanya tanpa dukungan pula dari kita semua, jangan harap mimpi indah ini akan menjadi kenyataan.



Yu ah.......sahabat, 
Mulai sekarang mari kita tunjukkan kreatifitas kita dalam berbagai keahlian menjadikan hal yang dapat segera kita berikan manfaatnya pada Negeri ini. Karena tanpa kreatifitas, sebesar apapun karya seni kita hanyalah menjadikan bak mutiara di dalam lumpur....tak terlihat dan terasa keindahannya.....

Daaaahhhh.....sampai berjumpa lagi di lain kegiatan.
Salam Ukhuwah.
Penulis.


















Selasa, 17 Juli 2012

Sisi lain MPLS 2012-2013 di SMKN 6 Bandung








Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMK Negeri 6 Bandung.


Awal pekan ini sekolah-sekolah mulai ramai menggelar MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ) atau lebih dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa). Di jalan-jalan sudah tampak anak-anak sekelas SMP, SMU dan SMK yang memakai atribut-atribut aneh. Berkaus kaki sebelah merah sebelah kuning, rambut dikuncir tiga, memakai topi wisuda,  topi penyihir, dan berselempangkan tas dari kantong plastik keresek ataupun karung terigu.

Ingatan saya jadi melayang ke duapuluh tahunan ke belakang saat sayapun menggunakan atribut-atribut demikian ketika akan masuk SMP. dan SMA, bahkan perguruan tinggi sekalipun . Tahu tidak apa yang ada di benak saya pada saat itu ? Takut! Ya, benar. Saya sama sekali tidak merasa senang dan tertantang akan datangnya hari pertama sekolah, tapi yang ada adalah perasaan takut, gelisah dan kekhawatiran super tinggi. Saya selalu membayangkan, hukuman apa yang akan diberikan kakak-kakak kelas pada saya. Itu mengingat setiap kesalahan yang dibuat anak baru pasti dihadiahi hukuman. Hukuman terpopuler dari dulu hingga kini adalah skotjump, push up, atau lari keliling lapangan.




Pemandangan ini saya terpaksa nikmati setiap tahun di hari pertama mereka masuk sekolah. Tak ada raut muka ceria di pagi hari. Semua anak dalam keadaan bergegas dan waspada. Terus terang, saya selalu menyayangkan kebahagiaan ini terenggut bahkan di hari pertama mereka masuk sekolah. Unsur senioritas kakak-kakak kelasnya memang tak mau dihilangkan begitu saja, mengingat merekapun merasakan hal yang sama ketika masuk dulu. Itulah, betapa pentingnya mengingatkan para panitia dari OSIS tentang pergeseran budaya MOS dewasa ini.




Untungnya, di hari pertama ini di Sekolah Kami SMK Negeri 6 Bandung, dan juga sekolah-sekolah lainnya, sekarang anak-anak tidak lagi berkaus kaki bola panjang warna menyolok dan rambut diberi pita. Anak-anak baru menikmati MOS dengan memakai baju seragam asal sekolahnya dan sepatu pantofel. Membawa tas biasa saja, tidak seperti saya dulu harus memakai karung terigu dan kantong kresek. Ketika saya kuliah. Lantas, apa sih sebenarnya maksud dari MOS itu?




MOS adalah masa orientasi siswa. Beberapa sekolah menyebutnya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), yaitu beberapa hari yang diperuntukkan bagi siswa untuk mengenal sekolahnya yang baru sebelum mereka benar-benar menjadi penghuni sekolah tersebut selama beberapa tahun ke depan. Manfaat masa orientasi ini adalah agar siswa mengenal sekolah secara fisik di lingkungan SMK Negeri 6 Bandung, mereka juga mengenal guru-guru dan kakak kelasnya. Di sini siswa diberikan bekal bagaimana pola pembelajaran yang biasa dipakai guru.



 Kepala Sekolah bersama Guru-Guru SMK Negeri 6 Bandung siap untuk mengajarkan disiplin pada siswa-siswinya.

 


Di SMK Negeri 6 Bandung, siswa-siswi nya ditanamkan rasa tuk mencintai lingkungan hidup dengan diberikan ilmu PLH ( Pendidikan Lingkungan Hidup ). Salah satunya, mempasilitasi siswa-siswi dalam mengolah sampah menjadi pupuk yang berguna untuk membudi dayakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.



Ini adalah salah satu karya siswa-siswi. Penanaman sayur sosin di sekitar halaman sekolah dengan menggunakan pupuk dari hasil pengolahan sampah dengan menggunakan alat pencacah sampah buatan SMK Negeri 6 sendiri.



 SMK  Teknologi dan Rekayasa yang bertani......kenapa tidak.......


Di akhir pelaksanaan MPLS SMK Negeri 6 Bandung, diadakan kemah bersama dengan diawali penyambutan tamu ambalan Sri Baduga Maharaja-Subang Larang Tahun 2012, dan acara dibuka oleh Kepala Kwarcab Kota Bandung ( yang mewakilinya ) dan disaksikan oleh Kapolsek Gede Bage juga dari pangkalan SMU 27 Bandung.


Berikut ini dokumentasi selengkapnya.........





 

 







 
 





  
 









Demikianlah sekilas sisi lain di acara MPLS ( Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah ) 2012-2013 di SMK Negeri 6 Bandung. Semoga ini menjadikan inspirasi buat dunia pendidikan lita.

Akhirnya penulis mengucapkan, selamat datang Siswa Siswi Baru SMK Negeri 6 Bandung....semoga anda semua dapat menjalankan Proses Belajar dengan baik dan penuh semangat dalam meraih segala cita-cita mu.
Dan untuk saudaraku para pengunjung setia Blog ini......Salam Ukhuwah.


 
 
 

Kamis, 10 Mei 2012

Ada apa di Skill Contest 2012 SMKN 6 Bandung.....?





Semakin hari persaingan dan tantangan kehidupan semakin berat, dimana pertambahan penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang lambat serta sedikitnya lapangan pekerjaan, membuat hidup kita menjadi semakin sulit. Dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan adanya kesiapan pada diri kita pribadi.




Kualitas sumber daya manusia dibangun dan ditingkatkan melalui jalur pendidikan yang baik dan benar serta berkualitas. Pendidikan yang berkualitas ialah pendidikan yang dapat membekali ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk kecerdasan dan keterampilan kepada peserta didik (siswa), guna menjawab tantangan dan memecahkan masalah kehidupan serta dapat memenuhi tuntutan dunia usaha. Untuk itu, diperlukan adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat baik moral  maupun material, sehingga pendidikan tidak terbelakang atau tertinggal jauh oleh laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 


Beberapa langkah yang diambil dalam rangka menuju pendidikan yang berkualitas ialah dengan melaksanakan proses belajar mengajar yang intensif dan profit dengan berbagai metode pendekatan pembelajaran, serta dukungan dana yang cukup baik dari pemerintah ataupun partisipasi masyarakat.

Sebagai bukti keberhasilan dalam pendidikan, maka dilakukan berbagai event atau kegiatan unjuk kebolehan melalui lomba-lomba yang dapat mempertontonkan kemampuan peserta didik (siswa) kepada masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat dapat memberikan respon yang positif akan pentingnya dunia pendidikan. Salah satu bentuk unjuk kebolehan atau unjuk kerja diantaranya ialah dengan diadakannya Top 1 SMK Attack and Skill Contest 2012 se-Bandung Raya yang akan ditindaklanjuti pada tingkat Nasional. 


 
Seperti apa yang disampaikan Bapak Kabid Dinas Pendidikan Kota Bandung (Dedi Darmawan, S.Pd) dalam sambutannya di acara "Top 1 SMK Attack and Skill Contest 2012", bahw...... "para peserta didik (siswa) SMK perlu mempromosikan hal yang positif melalui kemampuannya, agar mendapatkan respon yang positif pula dari masyarakat, bukan sebaliknya yang akhir-akhir ini sering kita lihat di media masa tentang maraknya tawuran antar pelajar......"






SMKN 6 Bandung mendapatkan kehormatan, dimana telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Top 1 SMK Attack and Skill Contest 2012 yang dilaksanakan pada tanggal 25 sd 26 April 2012,  dengan diikuti oleh perwakilan dari 15 SMK se-Bandung Raya. Untuk SMK Kelompok Teknologi dan Industri khususnya jurusan Teknik Mekanik Otomotif.
Dalam kesempatan ini Bapak Drs H. Husen, M.Si., Kepala Sekolah SMKN6 Bandung juga menandatangani MoU dengan PT Topindo Atlas Asia dalam meningkatkan kwalitas pendidikan di SMKN 6 Bandung dan dilanjutkan dengan pemberian Cindera Mata dari ke dua belah pihak.






Kegiatan Skill Contest ini, mencakup pemberian pengetahuan dasar pelumas (melalui seminar), Uji Kompetensi (Skill Contest), dan Kewirausahaan. Program ini diharapkan dapat memotivasi belajar dan bekerja siswa, khususnya dalam bidang otomotif kendaraan ringan.
Dan sebagai tema dalam kegiatan ini yaitu...."Menumbuhkan serta meningkatkan sikap dan unjuk kerja yang kompeten sesuai dengan standar industri".




Sebagai penghargaan bagi para pemenang Skill Contest ini, untuk :
  •  Juara I  :  
  1. Piala 
  2. Toolkit Motor
  3. Polytron Bigban
  4. Sertifikat
  • Juara II :
  1. Piala
  2. Toolkit Motor
  3. Sertifikat
  • Juara III :
  1. Piala
  2. Toolkit Motor
  3. Sertifikat


Siapapun yang menjadi juara, itu semua adalah anak didik kita, yang patut kita banggakan. Selamat ya...buat para juara yang telah menunjukkan prestasinya di "Top 1 SMK Attack and Skill Contest 2012". Sampai ketemu lagi di acara berikutnya. Kami Segenap Keluarga Besar SMK Negeri 6 Bandung mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Panitia dan  Supporter  PT Topindo Atlas Asia juga Bank BRI, yang telah banyak membantu sehingga acara ini dapat berjalan sukses. Khusus bagi pembaca......sampai ketemu lagi di berita dan prestasi lain SMK Negeri 6 Bandung. Salam.....




Demikian sekilas berita tentang kegiatan Top 1 SMK Attack and Skill Contest 2012 di SMK Negeri 6 Bandung. Semoga harapan yang menjadi tujuan diadakannya program ini dapat segera kita rasakan,  terutama dampak positifnya bagi masyarakat terhadap keberadaan SMK di Bandung Raya khususnya, dan bagi SMK se indonesia pada umumnya. Amin......

SMK Bisa...!!




Dokumen-dokumen lainnya:



Sebagian peserta siap menunjukkan prestasinya



Penggunaan Baju dan Topi peserta secara simbolis oleh Bpk Dedi Darmawan, S.Pd

 



 Bpk Ketua Pelaksana  Drs. Edi Purwanto,sedang menyampaikan laporan.



Para panitia sedang melepas lelah, sambil tetap mengawasi agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.



Team dari PT. Topindo Atlas Asia sebagai Technical Support dalam kegiatan ini.




Salah satu trik dalam menanamkan jiwa Wirausaha dari pihak supporter.



Salah satu trik dalam menanamkan jiwa Wirausaha dari pihak Sekolah. Jangan sia-siakan ketika ada peluang




Salah seorang juri sedang mengamati salah seorang peserta melakukan kegiatan.






SELAMAT BERKARYA.........!!!